Tapi,
Saatku kedipkan mata ini, samar memutih bayangmu menghilang,
Tersapu ombak, memudar kabur dan
Kau sirna...
Kadang kau kembali,
Dan
Kau bersiul di derunya gemuruh ombak.
Memecah keheningan,
Membelah kerisauan,
Menyapu keresahan,
Menghapus kerinduan,
Ku....
Lalu....
Kau...
Lepas dari pandanganku,
Lekas kau membungkuk luluh,
Berbaring dan hanyut bersama derasnya arus.
Aku tahu,
Aku ragu,
Aku malu,
Kau,
Ku,
Kau dan Aku,
Hanyalah fatamorgana di tengah panasnya surya.
Aku cemburu...
Tapi....
Kau semakin berlalu...
Walau ku semakin merindumu.
Pernyataan Cinta Acep Zamzam Noor 1998 Kau yang diselubungi asap Kau yang mengendap dari seperti candu Kau yang bersenandung dari balik penjara Tanganmu buntung karena menyentuh matahari Sedang kakimu lumpuh Aku mencintaimu Dengan lambung yang perih Pikiran yang kacaukan harga susu Pemogokan serta kerusuhan yang meletus Dimanan-mana. Darah dan airmataku tumpah Seperti timah panas yang dikucurkan ke telinga Kubayangkan tanganmu yang buntung serta kakimu Yang lumpuh. Tanpa menunggu seorang pemimpin Aku merguh besi dan menyemburkannya ke udara Lalu bersama mereka aku melempari toko Membakar pasar, gudang dan pabrik Sebagai pernyataan cinta. Betapa menyedihkannya mencintaimu tanpa kartu kredit Tanpa kamar hotel atau jadwal penerbangan Para serdadu berebut ingin menyelamatkan bumi Dari gempa dahsyat. Kuda-kuda menerobos pagar besi Anjing-anjing memercikkan api dari sorot matanya Sementara aku melepaskan pakaian dan sepatu Ternyata mencintaimu tak semudah turun ke jalan raya Menentang ...
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkenan membaca tulisan kecil ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa beri komentar untuk memperbaiki isi blog ini.
Salam sahabat dan sejahtera.....