Tapi,
Saatku kedipkan mata ini, samar memutih bayangmu menghilang,
Tersapu ombak, memudar kabur dan
Kau sirna...
Kadang kau kembali,
Dan
Kau bersiul di derunya gemuruh ombak.
Memecah keheningan,
Membelah kerisauan,
Menyapu keresahan,
Menghapus kerinduan,
Ku....
Lalu....
Kau...
Lepas dari pandanganku,
Lekas kau membungkuk luluh,
Berbaring dan hanyut bersama derasnya arus.
Aku tahu,
Aku ragu,
Aku malu,
Kau,
Ku,
Kau dan Aku,
Hanyalah fatamorgana di tengah panasnya surya.
Aku cemburu...
Tapi....
Kau semakin berlalu...
Walau ku semakin merindumu.
Dalam Kamarmu Osca C. ‘Ajami Ada kata tak sempat kurapikan seperti sepi. Kesunyian masuk celah dinding. Menatap gambar-gambar yang mati. Menyingkap segala gelisah Aku berkaca. Ada luka punya siapa Hanya puisi yang kutinggal. Sebelum aku pulang. Sebelum berakhir segalanya. Pada kata yang terus mengembara Pada bumi yang akan melumat kenangan. Pada keinginan yang menjelma takdir. Pada keheningan. Dengarkan aku bernyanyi sebelum pergi dan tak sempat kembali
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkenan membaca tulisan kecil ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa beri komentar untuk memperbaiki isi blog ini.
Salam sahabat dan sejahtera.....