Langsung ke konten utama

Mengedit itu Mengenyangkan: Saat Google Salah Terjemahkan Kata

Mengedit itu Mengenyangkan: Saat Google Salah Terjemahkan Kata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Cinta

Pernyataan Cinta Acep Zamzam Noor 1998 Kau yang diselubungi asap Kau yang mengendap dari seperti candu Kau yang bersenandung dari balik penjara Tanganmu buntung karena menyentuh matahari Sedang kakimu lumpuh Aku mencintaimu Dengan lambung yang perih Pikiran yang kacaukan harga susu Pemogokan serta kerusuhan yang meletus Dimanan-mana. Darah dan airmataku tumpah Seperti timah panas yang dikucurkan ke telinga Kubayangkan tanganmu yang buntung serta kakimu Yang lumpuh. Tanpa menunggu seorang pemimpin Aku merguh besi dan menyemburkannya ke udara Lalu bersama mereka aku melempari toko Membakar pasar, gudang dan pabrik Sebagai pernyataan cinta. Betapa menyedihkannya mencintaimu tanpa kartu kredit Tanpa kamar hotel atau jadwal penerbangan Para serdadu berebut ingin menyelamatkan bumi Dari gempa dahsyat. Kuda-kuda menerobos pagar besi Anjing-anjing memercikkan api dari sorot matanya Sementara aku melepaskan pakaian dan sepatu Ternyata mencintaimu tak semudah turun ke jalan raya Menentang ...

Kontes Review Dhana Discussion

Cerita “Dhana” tentang Aku, Kau, dan Dia secangkir kopi bubuk, hitam pekat ku suguhkan di depan kaca kompiku terlihat, kepulan asapnya melenggok girang, menari-nari menggodaku tanpa henti ku tersentuh, kucumbu bibirnya dengan peluh hangat terasa dalam jiwa, dan ku nikmati seseduk-demi seduk lupa jiwa, raga, dan hampa tak berasa “cangkir itu” melupakan waktuku sesaat ku memandang, dengan lirikan kesut, dekat di depan kaca mataku jam dinding berputar-putar, lelah “mengingatkanku”, tapi, tetap, ku tak hiraukan demikian pun, samar-samar terdengar dari rumah di sana, rumah agung, suara penyeru merdu “ku tak hiraukan” dua puluh lima menit waktu hampir berganti, pukul empat belas tiga puluh lima ku lekas duduk manis, bergoyang ke kanan dan ke kiri, kadang ku putarkan bak rotasi bumi tangan kanan, ku sentuhkan pada tangan kompi kiri, meremas jemarinya, lalu ku tulis kata dalam “cari” “Dhana” ku sentuhnya, ku buka perlahan-lahan, dan sampai di sinilah aku bicara, Dhana, yang ku baca dalam wa...

Malamku yang Sunyi

Malam ini sungguh malamku yang sangat membelenggu. Tak ada tulisan dan buku. Tanganku hampa,pegal gelagat jiwa menanti dia. Sungguh dia pergi,tak kunjung jua. Tak kembali walau ku menanti,namun, ku tak perduli,mati ataupun tak mati. Biarlah angin,awan,dan hujan kan menyampaikannya.