Langsung ke konten utama

Penghargaan (Awards) dari Seorang Sahabat

22 Mei 2011

Dear sahabat,

Berat rasanya hati ini menanggung gembira, ceria dan bahagia yang tak terkira. Untuk mu di sana sahabat Warsito dan  Lutfiiy Lavhalitya yang rela datang dan memberikan awards ini untukku. Bagaikan jaring kupu-kupu yang dihinggapi mangsanya, ibarat kata "pucuk dicinta ulatpun tiba". Saya terima dengan senag hati. Terima kasih ya sahabat....
Saya juga ucapkan terima kasih kepada;
1. obat sakit,
2. eko tri,
3. celotehan,
4. yudi darmawan, dan
5. belo.
Semoga dapat terus berkarya dengan memberikan motivasi-motivasi dan bisa berbagi dengan sesama.

Tak banyak yang bisa saya ungkapkan, tak banyak rasa yang mesti saya ucapkan, hanyalah sebaris kata ucapan salam, "terima kasih dan salam sahabat selalu" untuk mu. Semoga apa yang telah diberikan ini menjadi motivasi bagi saya dan semua blogger sesama.









Bagi sahabat semua, siapapun yang mau awards ini, saya akan berikan dengan senang hati kepada top ten comment

Salam sahabat selalu.

Komentar

  1. terimakasih sudah diposting.... kembali hendak mengingatkan malah sudah diposting... GOOD JOB! hehe .....

    SELAMAT yaaa :)

    BalasHapus
  2. MAAF BARU BISA BALAS : Ikuti Kontes Review Blog Dengan persyaratan: *Buat artikel dengan judul bebas hanya mengulas seputar blog Dhana Arsega *Bisa berupa puisi,cerpen,cerita fiksi,artikel umum *Kirimkan URL Postingan anda serta identitas diri lengkap ke Ask_Dhana@mail.com HADIAH berupa Domain-Hosting Gratis(paket 1 tahun),Cash Dollar,Voucher Pulsa serta KADO bingkisan unik,Terima kasih
    info lengkapnya klik http://dhanaarsega.blogspot.com/2011/04/kado-dan-review-dhana-discussion.html :)


    hehehe... saya juga baru pertama kali :)

    BalasHapus
  3. makasi ya atas informasinya....salam sahabat selalu

    BalasHapus
  4. makasi juga awardsnya....heheheh,,,,kalo newbe jadi keterusan deh senengnya...heheheh

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkenan membaca tulisan kecil ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa beri komentar untuk memperbaiki isi blog ini.
Salam sahabat dan sejahtera.....

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Cinta

Pernyataan Cinta Acep Zamzam Noor 1998 Kau yang diselubungi asap Kau yang mengendap dari seperti candu Kau yang bersenandung dari balik penjara Tanganmu buntung karena menyentuh matahari Sedang kakimu lumpuh Aku mencintaimu Dengan lambung yang perih Pikiran yang kacaukan harga susu Pemogokan serta kerusuhan yang meletus Dimanan-mana. Darah dan airmataku tumpah Seperti timah panas yang dikucurkan ke telinga Kubayangkan tanganmu yang buntung serta kakimu Yang lumpuh. Tanpa menunggu seorang pemimpin Aku merguh besi dan menyemburkannya ke udara Lalu bersama mereka aku melempari toko Membakar pasar, gudang dan pabrik Sebagai pernyataan cinta. Betapa menyedihkannya mencintaimu tanpa kartu kredit Tanpa kamar hotel atau jadwal penerbangan Para serdadu berebut ingin menyelamatkan bumi Dari gempa dahsyat. Kuda-kuda menerobos pagar besi Anjing-anjing memercikkan api dari sorot matanya Sementara aku melepaskan pakaian dan sepatu Ternyata mencintaimu tak semudah turun ke jalan raya Menentang ...

Kontes Review Dhana Discussion

Cerita “Dhana” tentang Aku, Kau, dan Dia secangkir kopi bubuk, hitam pekat ku suguhkan di depan kaca kompiku terlihat, kepulan asapnya melenggok girang, menari-nari menggodaku tanpa henti ku tersentuh, kucumbu bibirnya dengan peluh hangat terasa dalam jiwa, dan ku nikmati seseduk-demi seduk lupa jiwa, raga, dan hampa tak berasa “cangkir itu” melupakan waktuku sesaat ku memandang, dengan lirikan kesut, dekat di depan kaca mataku jam dinding berputar-putar, lelah “mengingatkanku”, tapi, tetap, ku tak hiraukan demikian pun, samar-samar terdengar dari rumah di sana, rumah agung, suara penyeru merdu “ku tak hiraukan” dua puluh lima menit waktu hampir berganti, pukul empat belas tiga puluh lima ku lekas duduk manis, bergoyang ke kanan dan ke kiri, kadang ku putarkan bak rotasi bumi tangan kanan, ku sentuhkan pada tangan kompi kiri, meremas jemarinya, lalu ku tulis kata dalam “cari” “Dhana” ku sentuhnya, ku buka perlahan-lahan, dan sampai di sinilah aku bicara, Dhana, yang ku baca dalam wa...